
huh... hari ini memang ulang tahunku...
ulang tahunku yang ke-16... tapi ultah yang membosankan untukku.. bahkan menyedihkan... benar-benar bukan ultah yang spesial untukku...
terlepas dari semua kesenangan, hanya kepedihan yang kurasa... yah, hari ini begitulah yang kurasakan... hari dimana aku benar-benar sendiri... hufht!! sepertinya aku mulai bosan untuk beraktivitas.. gairahku benar-benar menghilangg..
aku hanya semangat bila di depan dunia mayaku..
yupzz, dunia jejaring sosial yang begitu menyenangkan untukku... dunia yang sangat indah walau itu maya... tapi itu begitu nyata dalam hatiku.. tidak seperti dunia nyata yang aku jalani... dunia nyataku yang kelam.. sangattttt kelamm...
di Facebookku sangat ramai hari ini... riuh remah smua orang terdekatku mengucapkan selamat padaku.. ucapan yang dapat menitikkan air mataku... bahkan, orang yang pertama mengucapkan selamat padaku bukanlah dari keluargaku... orang itu adalah sahabatku... yah, Hani itulah sahabatku.. sahabatku yang kini kurasa paling berharga dari keluargaku.. bukan hanya dia, semua sahabatku.. teman-temanku.. mereka sepertinya memang pantas ku prioritaskan di duniaku dibandingkan keluargaku...
mungkin itu terjadi karena aku kurang dekat dengan keluargaku.. keluargaku memang baik-baik saja.. tapi harmoni kami kurang begitu indah.. sepertinya hanya padaku.. yah, hanya aku yang merasa itu.. karena aku yang mereka kucilkan.. HANYA AKUUU!!! aku merasa terus terpelosok masuk terus ke dalam lubang, hanya aku.. orang tuaku, adik-adikku, mereka semua bersenang ria di atasku.. kepedihan yang sering kali aku rasakan.. goresan demi goresan di hatiku mulai penuh.. bahkan kepedihan ini mungkin bisa membunuhku...
diam.. diam.. diam....
itu terus yang bisa kulakukan saat mereka satu per satu menghujam kekuranganku... yah, kusadari aku kurang sempurna diantara mereka... aku tak seperti adikku yang orangtuaku banggakan.. yang mereka tau hanya kekuranganku.. terus kekuranganku yang paling mereka ingat... saat aku berbuat benar, tak ada kalimat yang aku harapkan keluar dari mulut mereka.. kalimat pujian dari mereka.. yah kalimat itulah yang kuharapkan.. setidaknya satu kata saja.. tapi itu sepertinya mustahil.. dan sangat mustahil...
saat aku sedih.. mereka tidak pernah tau... memang aku bukan orang yang gampang untuk menitikkan airmata didepan orang lain, aku lebih suka menangis sendiri diantara tumpukan bantal yang selalu jadi tamengku.. tameng yang terus menutupi kelemahanku.. tapi mereka selalu menimpan bantal itu... hingga aku sulit untuk bernafas.. sulit untuk bergerak.. hingga akupun mati terbunuh perlahan-lahan.. lebih tepatnya hatiku.. hati yang terus mati karena mereka...
kini, aku lebih suka berada di luar rumah daripada di rumah yang menurut orang adalah tempat terbaik... tapi rumah bagiku seperti tempat yang akan terus memberiku jebakan-jebakan yang akan menusuk hingga merusak tubuhku, hatiku, dan semua rasaku... aku sudah mati rasa dengan kesakitan.. aku sudah mati rasa dengan kepedihan..
sepertinya percuma bila aku terus melakukan yang terbaik untuk mereka.. toh, mereka nggak pernah mau untuk mengerti dan memahami itu.. aku sudah sangat putus asa.. sangat-sangat putus asa...
ya ALLAH, akankah ada satu keluarga lagi yang mau ku jadikan keluargaku??? akankah ada seorang ibu lagi untukku?? ibu yang akan terus mententramkan hatiku... hati ku yang sudah dingin akan kasih sayang dari seorang ibu.. seseorang yang harusnya akan tetap abadi di hatiku.. tapi sepertinya seorang itu sudah tidak ada lagi di hatiku... dosakah aku ya ALLAH?? dosakah aku bila aku menginginkan ibu yang bisa kuharapkan ya ALLAH??? :'(

Tidak ada komentar:
Posting Komentar